Anak Durhaka Menculik Diri Sendiri Guna Memeras Orangtua dan Hidup Senang Dengan Janda Muda

Rabu (11/3) siang, Fajar Radiansyah (20) dan kekasihnya, Rita (26), terlibat pertengkaran di rumah kontrakan Rita di kawasan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur. Pemicunya utang. Rita mengaku kesal kepada Fajar sebab saat seseorang menagih utang kepada Rita sebesar Rp 150.000, Fajar justru berniat pergi.

Fajar kena cakar Rita. Fajar tidak melawan, tetapi berteriak meminta tolong. Saat itu telepon genggam Fajar berdering. Tombol telepon genggam tertekan. Iqbaluddin, kakak Fajar, mendengar teriakan adiknya dari balik telepon genggam. Tiba-tiba terdengar suara, ”Blaam!”. Pintu dibanting.

Rita merampas dan mematikan telepon genggam Fajar. Rita, janda beranak dua itu, lalu mengurung Fajar di kamar. Iqbaluddin menduga, adiknya diculik. Sang adik terinspirasi dugaan kakaknya.

Ia lalu memerankan dirinya seolah-olah diculik. Penculiknya? Fajar juga. Ia berharap, jika keluarganya jadi memberi uang tebusan Rp 3 juta, ia akan bebas dari lilitan utang kontrakan rumah sang kekasih dan biaya hidup sehari-hari mereka. Sepeda motor bebek Yamaha Vega yang Fajar gadai Rp 800.000 pun bisa kembali.

Drama penculikan pun bergulir sampai akhirnya polisi menangkap Fajar-Rita, Sabtu pukul 02.00 di rumah kontrakan Rita. ”Keduanya kami temukan sedang bobok manis di sana,” kata Kepala Unit IV Satuan Kejahatan dengan Kekerasan (Sat Jatanras) Polda Metro Jaya Komisaris Audie Latuheru kepada wartawan di ruang penyidik, Sabtu sore. Fajar dan Rita tersenyum kecil.

Audie menjelaskan, setelah timnya menganalisis kalimat- kalimat dalam layanan pesan singkat yang disampaikan penculik, timnya menduga, pelaku dan korbannya sama: Fajar.

Ia lalu membagi timnya menjadi dua. Tim pertama ke Stasiun Senen, Jakarta Pusat, dan tim kedua menyisir kawasan Condet, Jakarta Timur.

”Semua rumah bidan, tempat praktik dokter bersama poliklinik serta rumah sakit di kawasan Condet, kami telusuri. Sebab, menurut si penculik, ia meminta uang tebusan untuk biaya melahirkan istrinya,” kata Audie.

Hampir dua tahun

Fajar dan Rita mengaku sudah hampir dua tahun menjalin asmara. Enam bulan terakhir, Fajar tinggal bersama sang janda itu. Keduanya bertemu saat Fajar masih bekerja sebagai pelayan rumah makan Padang di Bintaro. Fajar hanya bertahan bekerja enam bulan, setelah itu menganggur.

Meski demikian, Fajar masih berusaha menghidupi Rita dan kedua anaknya. Tentu saja dengan berutang sana-sini. ”Dia masih tetap pria yang manis buat saya dan kedua anak saya. Orangnya ngalahan dan jenaka,” kata Rita yang mengaku sangat mencintai Fajar.

Sayang, hubungan keduanya tidak direstui kedua orangtua dan saudara-saudara Fajar. Maklum, Rita sudah janda beranak dua. ”Lagi pula keduanya menganggur,” kata HM Yusuf (53), ayah Fajar.

Kemarin polisi belum menetapkan status keduanya. ”Statusnya masih terperiksa,” kata Audie. Meski demikian, baik Audie maupun Kepala Sat Jatanras Ajun Komisaris Besar Nico Afinta mengingatkan, atensi pimpinan Polda Metro terhadap kasus penculikan tinggi. ”Jadi jangan main-main terlibat kasus seperti ini. Pasti kami tangani,” kata Nico

Pos ini dipublikasikan di Kejahatan Anak, Kriminal dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s