Pemulung Cilik Tanpa Penyesalan Membunuh Wanita Penolongnya

Istri pejabat Kantor Imigrasi Bogor tewas dibantai pemulung cilik di rumahnya, Jl. Darulung Raya RT 02/07 Perum Bantarjati Indraprasta, Kota Bogor. Pembantunya juga sekarat dibabat pakai pisau dan gaco sampah.

Ny Bianstuti Caniago 46, istri Kasubsi Forsakim Imigrasi Bogor, Muchlis Amri,48, jantung dan tangannya tertembus sabetan alat gaco oleh pelaku. Ia sempat dibawa di RS Azra Bogor, namun nyawa ibu empat anak ini tak tertolong.

Wanita pembantunya, Soliyem, 43, alias Iyem luka parah di kepala, dada, tangan, pundak dan tangannya. Pelakunya, Junaedi,13, sudah lama kenal dengan keluarga korban dan selama ini sering dibantu. Dia ditangkap warga tak lama setelah kejadian.

Peristiwa sadis Senin (30/3) ini, berawal ketika Junaedi masuk ke rumah korban sekitar Pk. 11:00 dan hendak mengambil DVD. Aksinya kepergok Iyem, pembantu korban. Dia langsung mengayunkan gaco hingga mengenai tangan Iyem.

Korban lari ke dalam rumah sambil berteriak minta tolong tapi dikejar. Bagai kerasukan setan pelaku menikam dan membabat tubuh wanita itu pakai pisau yang ada di dapur.

Ny Bianstuti yang saat itu baru selesai mandi, keluar dari kamar mandi dengan hanya menggenakan handuk. Belum sempat bertanya, pelaku menyerang membabi buta.

DISERAHKAN KE POLISI
Ibu empat anak, Muhamad Arief, Isti, Usti dan Amirul Akbar ini, terkapar bersimbah darah. Saat kejadian di dalam rumah hanya ada Ny Bianstuti dan Iyem, sedangkan Muchlis Amri sudah berangkat kerja dan keempat anaknya sedang sekolah.

Warga sekitar berdatangan ke rumah korban, termasuk Ketua RT 02 Sudrajat. ”Ketika saya tiba, warga lainnya sedang mengejar pelaku,” kata Sudrajat.

Junaedi, bocah yang hanya sekolah sampai kelas IV SD ini diserahkan ke polisi. Dia mengaku sudah berencana membunuh Ny Bianstuti sejak Minggu (29/3). Dia dendam karena meminta sepeda bekas yang tak dipakai tapi tolak.

Bocah yang tinggal di Tegalega Bogor Tengah ini mengatakan memulung mengikuti jejak bapaknya karena hidup melarat. Ibunya juga banting tulang menjadi tukang cuci pakaian.

”Sebetulnya Ibu Bianstuti sangat baik ke saya. Sering ibu dan bapak ngasih uang, kalau saya habis bantu membersihkan barang bekas di rumah. Tapi saya tidak menyesal membunuh ibu,” kata anak ke-10 dari 11 bersaudara pasangan Uci,55, dan Ny Ati,49, tersebut.

TELAH MEMAAFKAN
Muchlis Amri, suami korban yang datang ke rumah sakit juga mengakui Junaedi selama ini dekat dengan keluarganya. Meski kelihatan terpukul dengan peristiwa ini, Muchlis tampak tabah.

”Saya tidak tahu motifnya apa kenapa dia tega membunuh istri saya. Yang jelas, saya dan anak-anak telah memaafkan. Balas dendam, bukanlah solusi,” ucap Muchlis.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah didampingi Kapolsek Bogor Utara, AKP Saryono menegaskan pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP dan kemungkinan pasal 365 tentang perampokan.

”Ancaman pidananya 20 tahun atau hukuman mati, walau usianya masih 13 tahun. Pasalnya, perbuatannya mengakibatkan nyawa orang lain meninggal. Kami juga akan melakukan tes mental kepada pelaku serta menyilidiki latar belakang keluarganya,” tandas Irwansyah.

sumber: detektifromantika.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Anak, Kejahatan Anak, Kriminal dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s