Soal Rekaman Ade-Ari, Masyarakat Bisa Tuntut Kapolri

JAKARTA – Masyarakat bisa menuntut Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri terkait kontroversi rekaman pembicaraan Ari Muladi dan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja bila merasa dirugikan.

Upaya hukum terhadap Kapolri tersebut ditegaskan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin A Tumpa seusai salat Jumat di Jakarta kemarin. ”Orang yang merasa dirugikan bisa saja menuntut Kapolri,”tegas Harifin.

Sebelumnya Kapolri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan, rekaman pembicaraan antara Ade Rahardja dan Ari Muladi ada. Namun Komisaris Polisi Parman, penyidik kasus Bibit- Chandra yang bersaksi di sidang Anggodo Widjojo, memastikan rekaman itu tidak ada.

Belakangan Polri baru mengakui apabila rekaman pembicaraan Ari dan Ade memang tidak ada.Rekaman yang dimaksud Polri hanya hubungan telepon dari nomor yang diduga milik Ari ke telepon yang diduga mirip Ade Rahardja tanpa percakapan.

Bareskrim Polri hanya menyerahkan call data record (CDR) berisi data nomor telepon milik Ade Rahardja dan Ari Muladi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Tanpa ada bukti percakapan seperti yang pernah digembor- gemborkan Polri.

Menurut Harifin, Polri memang harus melaksanakan perintah hakim agar membuka rekaman Ari Muladi dan Ade Rahardja.CDR yang diserahkan Polri, lanjut Harifin, dapat menjadi bahan untuk dipertimbangkan bagi hakim dalam perkara Anggodo Widjojo. (frd)(Koran SI/Koran SI/hri)

Pos ini dipublikasikan di Kriminal, Polisi, Politik dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s