Motif Perampokan Cimahi Diduga Dendam Campur Ekonomi

Perampok Toko Besi Cimahi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO Interaktif, Bandung – Motif di balik perampokan dan pembunuhan pemilik Toko Cimahi Jalan Pasar Antri Gandawijaya Nomor 149, Kota Cimahi, yang terjadi pada Kamis (26/8) dinihari tak jauh berbeda dengan motif kasus perampokan umumnya. Kepala Kepolisian Resor Kota Cimahi Ajun Komisaris Besar Rusdi Hartono menyatakan, para tersangka yakni SH, 18 tahun, dan TR, 17 tahun, merampok adalah karena alasan ekonomi.

“Tersangka semula hanya ingin mencuri uang milik para korban,” kata Rusdi di kantornya, Kamis (26/8). Namun karena saat baru keluar rumah, ulah kedua terangka kepergok oleh tuan rumah yang terbangun.

Alhasil, SH dan TR pun panik. Apalagi saat itu para korban melawan dengan cara berteriak. “Sehingga sempat terjadi perkelahian antara para tersangka dengan para korban yang berakibat tewasnya para korban,” kata Rusdi.

Para tersangka sendiri, ia melanjutkan, terhitung gagal mencuri duit. Setelah melumpuhkan para korban, SH dan TR hanya berhasil membawa kabur sebuah komputer jinjing, dua telepon genggam, serta tiga buah remote control untuk televisi, pemutar video, dan pendingin ruangan.

“Namun itupun akhirnya kedua tersangka bisa dengan cepat tertangkap karena penghuni lainnya yang mengetahui ada perampokan segera mengontak kepolisian dan polisi sigap bergerak (mengepung dan menangkap para pelaku),” kata Rusdi.

Rusdi juga memastikan kedua tersangka adalah bekas pegawai para korban di toko yang dulu bernama Toko Ban Ciang itu. “Mereka sudah paham kondisi rumah (dan toko) korban sehingga bisa dengan mudah masuk dengan cara memanjat dinding ke lantai dua sebelum akhirnya kepergok.”

Sementara itu SH dan TR mengakui kalau yang mereka bunuh adalah para bekas bosnya. SH mengaku sempat bekerja sebagai pegawai di Toko Cimahi selama setahun dengan gaji Rp 280 ribu sebulan. Sedangkan TR sempat bekerja selama 8 bulan dengan gaji Rp 310 ribu sebulan.

Keduanya pun mengaku kalau motif mereka merampok bekas majikannya juga dilatari dendam karena sering mendapat perlakuan buruk tanpa alasan jelas dari para korban saat bekerja di Toko Cimahi.

“Dulu saya sering dimarahi oleh mereka gara-gara alasan sepele,” aku SH. Sementara TR mengaku sempat meminjam duit dan meminta kenaikan gaji, tapi tak pernah digubris oleh para korban.

Meski begitu, mereka mengaku tak merencanakan akan membunuh para korban. “Hanya pas korban memergoki kami masuk sekitar jam setengah dua (01.30 dinihari) sambil teriak-teriak kami jadi kalap,” aku TR.

Keduanya pun lantas menghunus senjata masing-masing. “Saya menusuk Ko Rudi (Rudi Unang(27)) tiga kali di badan,” aku TR.

Sedangkan SH mengaku menjerat leher ayah Rudi, Karnadi Unang, 59 tahun. “Saya jerat leher dia dengan tali yang saya bawa,” aku SH.

Adapun Ham Ey Keng, 55 tahun, ibu Rudi, mereka aniaya berdua hingga tewas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Cimahi Ajun Komisaris Ahmad Zubair menambahkan, para tersangka memasuki rumah korban sekitar pukul 01.00. Mereka masuk melalui atap lantai 2 setelah memanjati kabel telepon yang melintang di dinding belakang rumah korban.

“Setelah masuk rumah mereka lebih dulu sempat menodong pembantu rumahdan mengikatnya. Setelah itu mereka lalu beraksi,”kata Zubaer.

Untunglah saat korban beraksi, si pembantu berhasil melepaskan diri dari ikatan dan langsung menghubungi keluarga korban lainnya untuk mengontak polisi.

Alhasil, polisi yang sigap menatangi lokasi berhasil membekuk kedua tersangka saat masih di lokasi kadian.

“Saat ditangkap sekitar jam 04.00 subuh, tersangka sedang berusaha kabur lewat atap. Sempat terjadi kejar-kejaran dulu antara kami dengan tersangka di atas atap,” tandas Zubair.

Selain barang milik korban, polisi menyita antara lain sebuah belati dan sebuah pisau lipat.

Seperti diketahui, perampok beraksi di Toko Besi Cimahi Jalan Gandawijaya Nomor 149 Kota Cimahi, Kamis (26/8) dinihari sekitar pukul 02.00.  Perampok membunuh tiga pemilik dan penghuni toko. Ketiga korban adalah pemilik bernama Karnadi Unang, 59 tahun, Ham Ay Keng (55), dan Rudi Unang (27).

sumber: http://www.tempointeraktif.com

Pos ini dipublikasikan di Kriminal dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s