Juara KIR SMAN 1 Surakarta Ingin Ciptakan Alat untuk Penangkal Pencemaran Air

Pencemaran air oleh limbah industri selalu saja menjadi masalah sosial dan lingkungan yang vital bagi masyarakat perkotaan. Keberadaan aneka industri dan perusahaan yang membuang limbah kimia ke aliran air sungai berakibat membuat sumber air minum terkontaminasi limbah logam berat dan menimbulkan bahaya bagi manusia yang meminumnya.
Namun sepertinya orang-orang meretas jalan keluar dari permasalahan ini pun selalu saja ada. Seperti yang dilakukan tiga siswa SMAN 1 Surakarta dengan mengusung penelitian Influensi Pseudomonas Aeruginosa dan Analisisnya Terhadap Perubahan Kadar Ion Besi (Fe) Dalam Air.
Penelitian dilakukan Jayu Pramudya, Dio Cesar Alfananda dan Gineng Prati Dina Permana Sakti yang berhasil mengangkat penelitian ini menjadi juara I kompetisi Karya Tulis Remaja (KIR) Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), pada bulan Oktober, yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Ditemui Joglosemar di sela-sela aktivitasnya, akhir pekan lalu, Jayu mengungkapkan penelitian ini memang bertujuan untuk mencari cara memurnikan air dari pencemaran logam berat dalam hal ini ion besi. “Masalah pencemaran logam berat itu memang suatu tinjauan kimia dan kami berusaha mengatasinya dengan cara biologis,” terang Jayu.
Meski penelitian masih terfokus pada pencemaran air akibat ion besi, namun mereka optimis penelitian ini dapat dikembangkan ke arah pencemaran logam berat. “Kami ketahui jika bakteri Pseudomonas yang merupakan bakteri heterotop dan hidup di air ini memiliki karakteristik mampu mengikat logam berat tertentu dalam air,” jelasnya lagi.
Pertukaran Pelajar
Mengatasi masalah pencemaran air dengan cara biologis, katanya, memiliki beberapa keuntungan antara lain biaya penanganan pencemaran yang lebih murah, efek samping yang minimal dan bakteri pseudomonas ini mudah untuk dikendalikan. “Kami berharap nantinya penelitian ini dapat diaplikasikan dalam pengolahan limbah di industri,” tambah Dio.
Penelitian ini, mereka lakukan tidak lepas dari keprihatinan melihat cukup tingginya kandungan logam berat limbah industri di Kota Solo. Padahal kandungan logam berat dalam air yang diminum, katanya dapat memberikan pengaruh berbahaya bagi kesehatan manusia. “Itu dapat berpengaruh pada sistem syaraf manusia, berpengaruh pada kerusakan hati dan menimbulkan penyakit pada lambung dan usus. Bahkan jika pada bayi bisa menyebabkan kematian,” papar.
Dari penelitian yang telah mereka lakukan bakteri Pseudomonas Aeruginosa membutuhkan waktu lima hari untuk memurnikan air yang tercemar ion besi. “Dengan 100 mililiter air ternyata yang paling efektif itu diberikan volume 10 mililiter bakteri,” jelasnya.
Meski sudah meraih juara di LIPI, mereka berniat untuk terus melanjutkan penelitian hingga dapat menciptakan alat yang dapat digunakan secara praktis menanggulangi pencemaran air akibat logam berat ini. “Namun kami heran hingga sejauh ini masih saja melakukan biaya penelitian secara swadaya, padahal seharusnya dinas mampu mem-back up kami,” katanya. Sayangnya dalam pertemuan ini, Gineng tidak turut serta karena sedang mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. (Bagus Sandi Tratama)

 

sumber:harianjoglosemar.com

Pos ini dipublikasikan di Pelajar, siswa, Temuan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s