Kenapa Tabloid Cek & Ricek Diborong…??

Tabloid Cek & Ricek kini sedang menjadi buah bibir. Pasalnya Tabloid Cek & Ricek edisi Skandal Seks Wakil Rakyat itu dikabarkan habis diborong oleh pihak tertentu. 

tabloid cek & ricek
Foto Tabloid Cek & Ricek

Namun kabar mengenai Tabloid Cek & Ricek telah habis diborong tersebut membuat sebagian pedagang media kaget. Sebab mereka mengaku tidak ada yang memborong tabloid persediaanya.

“Saya dengar memang ada yang memborong, tapi saya nggak kebagian rezekinya. Mau dong diborong,” ujar Jumadi kepada detikcom, seorang pengecer di Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (3/11/2010).

Hal serupa juga disampaikan oleh Wasis yang ‘beroperasi’ di kawasan Meruya. Menurutnya jumlah pembeli tabloid C&R edisi Skandal Seks Wakil Rakyat yang dia jajakan, tidak jauh berbeda dari pekan-pekan sebelumnya.

“Saya juga dengar begitu (ada aksi borong -red), tapi nggak ada yang memborong punya saya. Biasa saja dari kemarin,” ujar pria usia akhir 30-an itu.

Sementara Linda yang ditemui detikcom di kiosnya di Jl Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, membenarkan C&R edisi Skandal Seks Wakil Rakyat sedang laris manis. Meski persediaannya sudah habis, tapi dia tidak yakin karena ada yang memborongnya.

“Biasanya jam 12.00 WIB masih ada sisa tabloid, tapi hari ini tidak ada. Kalau ada yang memborong saya tidak tahu, tidak ada di sini. Barangkali di tingkat pengecer pagi-pagi sekali tadi,” ujar agen untuk Pasar Baru dan sekitarnya itu.

Di kios milik Linda, masih teronggok setumpuk lagi tabloid C&R di antaranya majalah dan tabloid lainnya. Jumlahnya kurang lebih 200 eksemplar yang tiba pada sekitar pukul 13.30 WIB.

“Saya nggak minta tambah, tapi dikirim tambahan juga,” jelasnya.

Tabloid C&R yang bertarif Rp 6.000 ini mengulas tentang kasus skandal seks antara anggota DPR asal PD berinisial N yang terjadi di Bandung. Tabloid C&R mengulas hal ini berdasarkan data dari Badan Kehormatan (BK) DPR yang menerima banyak laporan kasus perselingkuhan wakil rakyat.

sumber: karodalnet.blogspot.com

Pos ini dipublikasikan di DPR, Kasus, Politik dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s